Menjemput Mukjizat Allah SWT

Dalam kondisi terdesak atau kepepet di dalam menghadapi suatu masalah seringkali seseorang berharap agar keajaiban atau mukjizat Allah datang untuk memberikan pertolongan dan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi.

Dan selama ini mu’jizat Allah yang diketahui dan dipahami adalah suatu kejadian atau pertolongan yang datang dan diberikan secara tiba-tiba terhadap seseorang disaat sudah pasrah dan berserah diri kepada Allah atas sebuah masalah atau kondisi yang tidak memungkinkan.

Sebelum saya lanjutkan ingin saya sampaikan uraian mengenai mukjizat Allah. Mu’jizat Allah adalah pertolongan Allah yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya. Pertolongan Allah yang diberikan kepada para Wali Allah disebut dengan Karomah Allah. Sedangkan pertolongan Allah terhadap hamba Allah seperti kita ini disebut dengan Maunah Allah.

Sebenarnya mukjizat Allah dalam artian pertolongan Allah selalu terjadi setiap saat dan setiap waktu. Hanya kita selama ini tidak pernah menyadarinya. Hal tersebut sangat dimaklumi karena kita tidak pernah menghitung Rahmat dan Kebaikan yang sudah Allah berikan kepada kita. Manusia pada umumnya dan hampir seluruhnya yang di hitung dan di ingat hanya tidak enaknya dan sengsaranya. Pada saat enak dan senang lupa kepada Allah dan pada saat ada masalah baru ingat kepada Allah. Itulah Manusia.

Kembali kepada mu’jizat Allah, mukjizat Allah seperti halnya rezeki. Dimana untuk mendapat rejekiharus dijemput dengan cara bekerja, berdagang, wirausaha, wiraswasta dan lain sebagainya. Demikian juga mukjizat Allah pun juga harus dijemput. Bagaimana cara menjemput mukjizat Allah ?

Hidup itu mengikuti hukum Allah atau Sunnatullah. Dimana Sunnatullah adalah hukum Sebab Akibat. Kalau anda berbuat baik akibatnya mendapatkan kebaikan, demikian pula sebaliknya. Demikian pula untuk menjemput mukjizat Allah ini harus berbuat baik kepada Allah. Caranya bagaimana ?

Dengan Ikhtiar Batin ! Di dalam ikhtiar batin sertakan juga ikhtiar lahir. Karena Ibadah dalam Islam menganut konsep Lahir dan Batin. Ikhtiar batin dan ikhtiar lahir adalah Dwi Tunggal. Ibarat rel kereta api dimana satu sama lainnya tidak pernah bertemu tetapi apabila dijalankan secara bersama-sama dan istiqomah akan menjadi kekuatan maha dahsyat untuk menjadikan perubahan dalam hidup yang lebih berkah dan berlimpah.

Semoga bermanfaat…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s